Kejadian alam memang tidak bisa ditebak. Sama halnya seperti banjir yang melanda perbatasan Thailand dan Myanmar. Banjir yang merendam perbatasan Thailand dan Myanmar membuat SS keempat ditiadakan. Hal itu memberikan keuntungan tersendiri bagi pemimpin klasemen AXCR 2019. Karena dengan ditiadakannya SS keempat memudahkan jalan pemimpin klasemen untuk mencapai garis finish lebih dulu. Beda halnya dengan pembalap yang ingin memperbaiki posisinya di AXCR 2019, dengan ditiadakannya SS keempat justru mempersulit usaha mereka untuk memperbaiki posisinya.

Karena SS keempat gagal digelar, seluruh official dan tim yang berlaga di AXCR 2019 diminta untuk menuju ke Hpa An untuk nantinya memulai kembali SS kelima yang dimulai dari Hpa An menuju ke Kyaiktiyo. Perjalanan dari Hpa An ke Kyaiktiyo pun harus dibantu oleh pemerinta Myanmar, sebab jalur menuju ke sana terbilang sulit akhibat terendam oleh banjir besar.

Sulitnya melewati jalur perbatasan sangat dirasakan oleh IXCR Team. Melintasi medan pada malam hari, mobil Suzuki Jimny JB33 milik Wijaya Kusuma bermasalah pada saluran bahan bakarnya. Bahkan untuk melalui perbatasan antara Thailand dan Myanmar harus ditarik oleh Mobil milik Memen Harianto. Guna membantu evakuasi mobil Jimny JB33 yang bermasalah, segenap IXCR Team yang harus sampai dibantu oleh warga sekitar dan pihak keamanan Prosesnya pun memakan waktu yang cukup lama.

Selanjutnya, untuk SS kelima yang digelar pada 15 Agustus 2019 dipastikan mengalami sedikit perubahan. Untuk SS kelima sendiri akan menempuh jarak 79.10 kilometer di daerah Kyaiktiyo – Myanmar.