Rutin memanaskan mobil merupakan kegiatan positif yang bertujuan untuk tetap menjaga kebugaran dari performa mesin. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang, banyak orang terpaksa diliburkan oleh perusahaan swasta maupun pemerintahan guna membantu meminimalisir tingkat penyebaran virus Corona di gedung perkantoran. Namun alangkah sangat baiknya, ketika tidak memiliki aktifitas di luar rumah pemilik kendaraan tetap menyempatkan waktu untuk sekedar memanaskan mesin mobil, mau itu hanya sekedar di dalam garasi ataupun jalan di sekitar perumahan. Mobil yang lama terparkir dan tidak dipanaskan mesinnya maka beberapa komponen di dalamnya akan berpotensi rusak. Dengan demikian, jangan sampai sifat malas merawat kendaraan justru menjadi kerugian besar dalam segi pengeluaran dan juga keselamatan berkendara.

Berbicara perihal memanaskan mesin mobil, bagi pemilik mobil bertransmisi metik (mobil metik), apakah sudah mengetahui bagaimana posisi ideal dari tuas saat mesin mobil sedang dipanaskan?

Tuas pada mobil metik dan mobil manual jelas sangat berbeda. Perbedaan tuas mobil metik dan manual sudah pernah dibahas pada artikel sebelumnya oleh Maxxis Indonesia. Kali ini, mari membahas mengenai posisi ideal dari tuas mobil metik saat tengah dipanaskan mesinnya.

Tidak ada aturan resminya saat memanaskan mesin mobil metik tuas harus pada posisi N atau P. Tapi idealnya, saat mobil dipanaskan sebaiknya tuas berada pada posisi N guna membuat pompa oli bekerja sesuai fungsinya sehingga oli dapat melumasi komponen yang ada. Saat pompa oli bekerja dengan baik maka oli akan melumasi komponen yang ada sehingga membuat transmisi berumur panjang karena tidak mudah aus.

“Ketika memanaskan mobil, taruh tuas transmisi di posisi N (Netral) dan jangan lupa tarik handbrake. Karena kalau posisi P, pompa oli tidak bekerja,” ujar Hermas Efendi Prabowo selaku Owner bengkel Worner Matic, Bintaro dikutip dari Otodriver (12/7).

Namun demi melengkapi dan memperjelas informasi mengenai hal ini, sobat Maxxis yang merupakan pengguna mobil metik bisa langsung berkonsultasi lebih lanjut pada bengkel resmi maupun bengkel langganan yang terpercaya. Pada intinya, setiap pemilik kendaraan wajib menanamkan kesadaran tinggi untuk merawat kendaraan yang dimiliki, jangan tunggu sampai rusak baru membawanya ke bengkel.