Turunnya hujan tidak selalu sesuai dengan musimnya. Pada musim panas pun, hujan akan tetap turun bila dikehendaki Sang Pencipta. Perkiraan cuaca tidak bisa ditebak dengan pasti. Untuk itu bagi pengendara roda dua, ada baiknya selalu mempersiapkan jas hujan. Pemilihan jas hujan tidak bisa dilakukan sembarangan, berikut penjelasan mengenai jenis jas hujan beserta fungsinya.

Jas Hujan Jenis HDPE. Jas hujan jenis ini berbahan plastik yang sangat tipis, Biasanya digunakan pada saat keadaan darurat. Penggunaannya juga hanya satu atau dua kali saja, setelah itu tidak digunakan lagi. Harga dari jas hujan ini juga sangat murah.

Jas Hujan Berbahan PVC.  Sama-sama berjenis plastik namun bedanya, jenis PVC berbahan plastik press. Biasanya, jas hujan jenis PVC bila dijemur akan jadi mengeras bahkan getas.

Jas Hujan Jenis Jahitan. Berbeda dengan jenis yang lain, jas hujan jahitan biasanya terbuat dari parasut. Harganya pun lebih mahal tentunya dan tingkat keawetannya juga lebih baik.

Lebih lanjut, mari kita ketahui model jas hujan yang bisa kita gunakan saat turun hujan.

Model Raincoat. Model raincoat biasanya digunkan oleh para pejalan kaki. Tidak hanya itu, para petugas keamanan yang bertugas mengatur lalu lintas pun lebih banyak mengandalkan jas hujan model ini.

Model Ponco. Jas hujan yang satu ini juga dikenal dengan nama jas hujan jenis kelelawar. Model ponco banyak digandrungi para pengendara ojek. Hal itu karena jas hujan jenis ponco sangat praktis digunakan. Namun bila tidak berhati-hati dalam penggunaannya, seringkali terjadi kecelakaan karena jas hujan jenis ini mudah tersangkut di roda motor.

Model Training (Setelan atas dan bawah). Jas hujan jenis ini sangat popular dan digandrungi pengendara motor. Nyaman digunakan dan lebih aman. Jas hujan jenis training dapat melindungi diri kita dari derasnya hujan karena hampir menutupi seluruh bagian tubuh. Diambil dari berbagai sumber.