Memodifikasi kendaraan mungkin tidak akan ada habisnya. Terlebih memiliki hobi dalam bidang otomotif termasuk ke dalam hobi yang mahal atau elit. Mengapa hobi otomotif dikatakan mahal? Karena untuk memodifikasi sebuah kendaraan agar terlihat lebih indah dipandang dan lebih gahar di jalan itu tidak lah murah. Tidak hanya itu saja, kepuasan dalam memodifikasi sebuah kendaraan terbilang tidak akan ada ujungnya. Salah satu bagian pada kendaraan yang biasanya turut dimodifikasi adalah bagian velg. Velg pada kendaraan roda dua maupun roda empat hampir tidak pernah luput dari pengelihatan untuk dimodifikasi. Namun tahukan jenis-jenis velg yang umum digunakan di Indonesia? Pada artikel kali ini, mari kita bahas mengenai velg motor yang sering dijumpai di jalan.

  • Spoke Wheel atau Velg Jari-Jari. Velg jari-jari pada motor terbuat dari bahan logam besi namun luarnya dilapisi kembali dengan krom sehingga tidak mudah berkarat. Banyak orang percaya bahwa velg jenis jari-jari memiliki kelebihan menahan beban berat. Lihat saja pada motor jenis motocross dan enduro, kedua motor adventure tersebut sama-sama menggunakan velg berjenis jari-jari. Selain itu, keunggulan velg jari-jari yakni dapat meminimalisir getaran lebih baik ketika sepeda motor menghantam lubang. Velg jari-jari juga dikenal memiliki harga yang lebih ekonomis. Pengguna velg jari-jari pun tidak perlu khawatir ketika velg tidak balance, mereka dapat menyetel velg tersebut dengan menggunakan alat khusus sehingga tidak perlu mengganti velg. Di sisi lain, kekurangan velg ini yakni rawan karatan dan tingkat stabilitas saat hard breaking rendah akhibat bobotnya yang berat. Bagi pencinta ban tubeless, velg jari-jari dinilai kurang cocok karena lebih disarankan menggunakan ban tubetype.
  • Velg Cast Wheel (CW). Velg yang satu ini lebih familiar dengan sebutan velg racing. Velg Cast Wheel (Velg CW) juga dikenal praktis, trendy dan cocok digunakan untuk ban tubeless. Velg CW juga banyak memiliki varian model, sehingga tidak membosankan. Selain itu, untuk bermanuver, cornering dan akselerasi pun velg CW dipercaya memiliki tingkat kestabilan yang mumpuni. Disisi yang berlawanan, kekurangan velg CW yakni velg mudah penyok jika terlalu sering dan terlalu kuat menghantam lubang. Harga dari velg CW pun lebih mahal dan jika velg berubah menjadi penyok berlebih maka wajib diganti dengan yang baru. Walaupun sebenarnya velg yang terlihat sedikit penyok masih bisa dipress. Pembelian velg CW pun tidak dapat diecer, konsumen wajib membeli satu set ketika velg rusak.
  • Velg Alumunium. Dilihat dari namanya, tentu saja dapat dipastikan bahwa velg ini terbuat dari bahan alumunium. Bobotnya sendiripun lebih ringan dibandingkan dengan kedua velg jenis lain di atas. Bobotnya yang ringan membuat velg jenis alumunium tidak memiliki ketahanan yang lebih baik dibanding dengan velg jari-jari dan velg racing. Kemampuan handling saat melewati jalanan berlubang pun dirasa kurang. Velg jenis ini juga mudah penyok saat melewati jalanan berlubang ataupun mengalami guncangan yang berlebih. Memang tidak semua velg alumunium itu lemah ketahananya, tergantung bagaimana kita memilih jenis dan harganya. Karena ada pepatah, ada harga ada kualitas. Konsumen biasanya menggunakan velg jenis ini untuk kebutuhan drag race karena bobotnya yang ringan dipercaya mampu memberikan performa akselerasi yang maksimal.

Dengan penjelasan di atas, semoga kita semakin cerdas menentukan velg mana yang akan digunakan. Beli velg dengan sesuai kebutuhan lebih baik disbanding ikut-ikutan gengsi. Namun jika memiliki uang lebih dan punya hobi di bidang otomotif, sah-sah saja ingin berganti-ganti velg ataupun memodifikasinya.