Karakter pengemudi di jalan raya dapat mempengaruhi tingkat keamanan, kenyamanan dan keselamatan diri sendiri, penumpang maupun pengemudi lain di sekitarnya. Selain itu, karakter dari pengemudi juga dapat menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya pertikaian antar pengemudi bahkan  dengan penumpangnya, mengapa? Karena setiap pengemudi memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tingkat emosional setiap orang pun tidak dapat diprediksi dan dapat berubah-ubah.  Berikut beberapa jenis karakter pengemudi yang dapat kita ketahui.

  1. Aggressive driving

Karakter pengemudi ini sering ngebut di jalan, bermanuver tiba-tiba dan cenderung hobi mengambil resiko saat berkendara. Selain itu, rata-rata pengemudi yang aggressive juga suka melanggar peraturan lalu lintas dan senang bertikai di jalan. Dengan demikian, pengemudi dengan aggressive driving tidak sepenuhnya memikirkan dengan matang keselamatan berkendara untuk diri sendiri bahkan orang lain.

  1. Basic driving

Pengemudi jenis ini cenderung ada pada seseorang yang baru bisa mengemudi. Pengemudi basic driving terlalu berhati-hati, taat peraturan, memiliki SIM dan memikirkan parkir sesuai tempatnya. Namun perlu diketahui, pengemudi dengan karakter seperti ini bukan berarti sudah safety driving loh! Justru basic driving tetap harus mengikuti pelatihan safety driving guna memberikan pengetahuan untuk dapat berkendara dengan aman, nyaman dan mengedepankan keselamatan.

  1. Safety driving

Pengendara dengan karakteristik safety driving mengandalkan keterampilan dan pengalaman berkendara yang dimilikinya. Sikap dan mental yang sangat baik juga diterapkan oleh pengemudi berkarakter safety driving. Pengemudi dengan karakter seperti ini termasuk ke dalam pengemudi yang memikirkan keselamatan diri sendiri dan penumpangnya.

  1. Defensive driving

Diketahui pengemudi yang memiliki karakteristik defensive driving memiliki sikap sosial yang tinggi karena kepeduliaannya terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain sangat dipikirkan dengan sangat matang. Saat mengemudi di jalan raya, para defensive driving cenderung sangat berhati-hati karena sangat memikirkan segala tindakan yang diambil ketika berkendara di jalan.

Untuk diketahui, safety driving dengan defensive driving memang hampir sama namun sebenarnya pengertian keduanya jelas berbeda. Sebelumnya, Maxxis Indonesia telah membahas mengenai pengertian dan perbedaan dari safety driving dan defensive driving. Lebih jelasnya seperti apa, silahkan kunjungi artikel Maxxis Indonesia sebelumnya. Semoga bermanfaat.