Pria asal  Kabupaten Merangin, Jambi bernama Lilik Gunawan sukses menyelesaikan perjalanan panjang dari Jambi ke Tanah Suci Mekkah menggunakan sepeda motor. Menjalani perjalanan sepanjang 20.000 kilometer selama delapan bulan lamanya, Lilik Gunawan dan anaknya yang berusia empat tahun bernama Balda telah melewati 10 negara demi sampai ke Mekkah. Pria berusia 38 tahun ini mengaku tidak ada persiapan khusus yang dilakukan sebelum menjalani perjalanan menuju Mekkah.

“Saya melakukan perjalanan ini murni demi kecintaan saya dengan seorang ibu dan juga isteri saya. Selain itu, kerinduan saya dengan Tanah Suci juga menjadi pendorong kuat niat saya untuk melakukan misi perjalanan ini,” tanda Lilik Gunawan.

Bercerita mengenai awal mula perjalanan panjang ini, Lilik dan Balda mengawali perjalanan mereka dari Jambi pada bulan Mei 2019 atau 4 Ramadhan 1440 Hijriyah dan sampai di Mekkah pada 2 Januari 2020. Sebelum melewati 10 negara, dari Jambi Lilik harus menyebrang ke Pulau Jawa dan Kalimantan. Setelah dari Kalimantan baru lah Lilik menyebrangi beberapa negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Iran, Uni Emirat Arab dan sampai di Arab Saudi.

Selama perjalanan delapan bulan, Lilik banyak diundang ke media-media di negara yang ia lewati. Diantaranya seperti di Malaysia, India, Pakistan dan di Arab Saudi. Banyak media yang takjub dengan perjalanan yang dilakukan oleh Lilik dan Balda. Awak media pun mengetahui perjalanan Lilik dan Balda dari mulut ke mulut dan juga sosial media. Video yang diunggah akun Youtube bernama Alman Mulyana pada 3 Januari 2020 telah banyak menyita perhatian masyarakat. Tidak hanya masyarakat Indonesia saja, namun warga negara lain pun turut menonton video tersebut.

Banyak orang yang takjub dan tidak percaya terhadap perjalanan Lilik dan Balda. Karena Lilik pergi ke Mekkah menggunakan sepeda motor dan membawa anak di bawah umur. Namun tahukah? Ada keajaiban lain pada perjalanan panjang ini. Salah satu keajaiban lain yang terlihat yakni, selama menempuh perjalanan 20.000  kilometer, Lilik Gunawan tidak sedikitpun mengganti ban motornya. Bahkan ia mengaku, menambah angin pun tidak pernah.

“Saya tidak pernah menyentuh bagian pentil sekalipun semenjak menggunakan ban Maxxis di Indonesia. Menambah angin, menambal ban apalagi mengganti ban tidak pernah saya lakukan. Saya sendiri bingung kenapa bisa sekuat ini ban yang saya gunakan” tegas Lilik.

Lilik dan Balda menggunakan ban Maxxis untuk menemani perjalanannya ke Mekkah. Ban Maxxis yang digunakan oleh Lilik Gunawan yakni jenis Maxxis Victra S98 ST dengan ukuran 120/70-13 untuk bagian depan dan 140/70-13 untuk bagian belakang. Alasan Lilik Gunawan menggunakan ban Maxxis Victra S98 ST karena direkomendasikan oleh rekan sejawatnya di komunitas motor tempatnya bernaung. Teman sesama rider menyarakan Lilik menggunakan Maxxis karena performa Maxxis dinilai sudah teruji.

“Alasan saya menggunakan Maxxis karena disarankan oleh teman-teman saya. Maxxis memiliki traksi yang apik.” Lanjut Lilik.

Tidak hanya sampai disitu, Lilik pun menyampaikan bahwa masyarakat di negara-negara yang ia kunjungi pun merasa heran mengapa ban yang digunakan tahan melewati beragam kontur jalan yang ada di beberapa negara yang ia lalui. “Banyak yang menyebut ban yang saya gunakan ini adalah salah satu keajaiban dalam perjalanan panjang saya.” jelas Lilik.

Melihat ketangguhan Lilik Gunawan dan Balda, Factory Manager PT Maxxis International Indonesia, Nash Hsieh, memberikan apresiasi kepada Lilik dan Balda. Pada Rabu, 15 January 2020 kemarin, Lilik sekeluarga diundang langsung untuk datang ke PT Maxxis International Indonesia yang terletak di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

“Selamat kepada Lilik dan Balda. Perjalanan panjang 20.000 kilometer ini sekaligus membuktikan ketangguhan ban Maxxis disegala medan.” jelas Nash Hsieh.