Kopling merupakan salah satu komponen vital pada sepeda motor. Kopling berfungsi sebagai penerus putaran mesin dari poros engkol ke roda gigi mesin yang kemudian diteruskan ke roda belakang. Lalu ada berapa jenis kopling untuk kendaraan roda dua? Umumnya hanya ada dua jenis kopling yang biasa digunakan untuk kendaraan roda dua. Dua jenis kopling yang umum digunakan yakni kopling basah dan kopling kering. Apa itu kopling basah dan kopling kering? Berikut penjelasannya.

Kopling Basah. Kopling basah adalah kopling yang terendam oleh oli atau pelumas. Kopling basah konstruksinya berada di dalam mesin dan turut terendam oleh oli atau pelumas. Kopling jenis ini dapat kita jumpai di motor jenis metik. Lalu bagaimana keunggulan dan kekurangan dari kopling basah? Kopling basah memiliki beberapa keunggulan seperti:

  1. Kondisi kopling bersih. Karena posisi kopling yang tertutup dan terlindungi dari faktor luar yang bisa mengganggu kinerja kopling itu sendiri.
  2. Kopling lebih awet karena terlumasi oleh pelumas/oli .
  3. Tidak menimbulkan suara yang berisik saat dioperasikan.

Lalu bagaimana dengan kekurangan dari kopling basah?

  1. Berpotensi slip. Terjadinya slip pada kopling basah disebabkan oleh salahnya pemilihan oli yang digunakan. Pilih dan gunakan oli sesuai dengan kebutuhan dan anjurannya.
  2. Oli cepat kotor. Serbuk kampas yang bergesekan dengan bagian lain pada kopling berpotensi tercampur dengan oli. Jika demikian, perhatikanlah oli filter dan pastikan kondisi pelumasan tetap terjaga.
  3. Tenaga mesin akan berkurang karena meningkatnya power loss. Penyebab terjadinya power loss sendiri yakni karena gesekan kopling dengan minyak pelumas.

Kopling Kering. Kopling jenis ini tidak terendam oli dan digunakan untuk motor bebek dan sport.  Kopling kering juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dari kopling kering:

  1. Sistem kerjanya tidak menggunakan pelumas sehingga tidak akan terjadi slip.
  2. Daya cengkram lebih erat dan lebih bagus dibandingkan dengan kopling basah
  3. Mudah dikontrol karena keberadaannya ada di luar mesin
  4. Kemungkinan terjadinya power loss rendah
  5. Lebih responsif
  6. Part pada kopling kering lebih mudah diganti-ganti dan memiliki beragam aksesoris.

Sedangkan kekurangan kopling kering yakni:

  1. Bunyi gesekan yang terjadi dari pergesekan plat kopling dan kampas kopling akan terdengar berisik
  2. Plat dan kampas kopling akan mudah aus
  3. Kondisi kopling yang kering akan mudah overheating atau panas, apalagi saat keadaan macet di jalan.
  4. Biaya produksi dari kopling kering tergolong mahal.

Diambil dari berbagai sumber.