Saat berada di jalan tol, masih banyak pengendara mobil yang masih belum memahami tata cara berkendara yang baik dan benar. Ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan lebih saat berkendara di jalan tol. Namun sayangnya hal-hal penting tersebut masih banyak yang diabaikan oleh para pengendara. Apa saja yang wajib diperhatikan pengendara saat berada di jalan tol? Berikut penjelasan sederhananya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Perhatikan hal berikut ini Saat Berada di Jalan Tol!

  1. Melaju dengan kecepatan rendah di jalur kanan

Sama-sama kita ketahui jika lajur sebelah kanan di jalan tol memang diprioritaskan untuk kendaraan dengan laju cepat. Jika ingin mendahului kendaraan lain pun kita sebaiknya mengambil jalur sebelah kanan, namun tetap memperhatikan aturan lalu lintas dan keadaan sekitar jalan. Jika kita ingin berkendara dengan santai dan berkecepatan rendah, sebaiknya mengambil jalur kiri namun bukan berarti bahu jalan loh ya! Selain itu tentunya tetap harus berhati-hati.

  1. Kurang menjaga jarak dengan pengendara lain

Ketika berkendara di jalan tol pasti banyak sekali pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi, terlebih jika jalan tol terlihat sepi. Namun sayangnya, masih banyak pengendara yang tidak memperhatikan jarak dengan kendaraan lain. Padahal, jika kita berkendara di jalan tol, sangatlah penting menjaga jarak dengan kendaraan lain. Mengapa demikian? Karena ketika kendaraan di depan tiba-tiba melakukan pengereman mendadak, paling tidak kita dapat menghindari terjadinya benturan dengan kendaraan tersebut. Tidak hanya kendaraan di depan saja, kita pun harus pintar menjaga jarak dengan kendaraan di sekitar kita saat di jalan tol.

  1. Sengaja berkendara di Bahu Jalan tol Bukan Disaat Keadaan Darurat

Berkendara di bahu jalan tol bukan untuk kepentingan darurat sangat tidak diperbolehkan. Mengapa begitu? Karena bahu jalan tol hanya boleh digunakan untuk kendaraan dalam kondisi darurat seperti patroli petugas jalan tol, ambulans, pemadam kebakaran, instansi kepolisian dan TNI yang sedang dalam keadaan darurat menjalankan tugasnya. Selain itu, bahu jalan juga boleh digunakan untuk hal-hal lain seperti, adanya masalah pada mobil yang mengharuskan mobil tersebut berhenti, adanya gangguan fisik dan kesehatan pada pengendara mobil maupun penumpangnya yang mengharuskan melaju lebih cepat untuk sampai tujuan ataupun juga mengharuskan kendaraan tersebut segera berhenti. Penting diketahui, apapun alasan daruratnya saat mengambil bahu jalan tol, tetap diwajibkan untuk berhati-hati dan tetap mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku.

  1. Tidak Membuang Benda Apapun ke Jalan Tol

Tidak pandang buluh, menjaga kebersihan lingkungan adalah kewajiban seluruh warga negara. Namun sayangnya tidak semua warga negara bisa mematuhi imbauan tersebut. Ketika berada di jalan tol yang kebersihannya sangat terjaga pun masih ada saja pengendara yang membuang benda seenaknya. Entah itu sampah plastik, kaleng, abu rokok, puntung rokok, sisa air minum dan lain-lainnya. Padahal secara jelas membuang sampah di jalan tol sudah diatur dalam undang-undang tepatnya, Pasal 42 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, yaitu “Di sepanjang jalan tol, dilarang membuang benda apapun, baik disengaja maupun tidak disengaja”.

  1. Berkendara Dalam Kondisi Lelah dan Mengantuk

Ketika merasa kondisi fisik sudah lelah apalagi dikarenakan kurangnya waktu beristirahat, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Karena kondisi fisik yang lelah dan mengantuk dapat menyebabkan Microsleep dan Auto Behavior Syndrom. Di artikel sebelumnya, Maxxis Indonesia telah membahas mengenai apa itu microsleep dan auto behavior. Untuk lebih mengingatkan kembali, berikut pengertian Microsleep dan Auto Behavior Syndrome (ABS).

Secara umum, Microsleep adalah keadaan dimana seseorang tidak menyadari  bahwa dirinya tertidur beberapa detik atau mungkin sekejap saja. Microsleep sendiri bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Selain itu microsleep bisa menyerang siapa saja, orang sehat maupun yang tengah sakit bisa saja mengalami microsleep. Lebih pastinya, microsleep terjadi pada orang yang sedang menahan rasa ngantuk. Sedangkan Auto Behavior Syndrome terjadi memang karena pengemudi yang kelelahan. Mengemudikan kendaraan dalam waktu yang lama dan jarak tempuh yang cukup jauh memang diperbolehkan, asalkan pengemudi memikirkan keadaan fisik dan mengatur waktu istirahat sebaik mungkin. Jangan sampai fisik yang sudah lelah terus dipaksakan, karena ABS memang menyerang orang-orang yang kelelahan.

Dengan demikian, menjaga kesehatan fisik dengan mengatur pola istirahat yang cukup dan benar sangat lah penting guna menghindari kelelahan di jalan apalagi sampai bisa berdampak fatal untuk diri sendiri dan orang sekitar.

  1. Hindari melakukan aktifitas lain saat menyetir

Untuk hal yang satu ini pasti paling sering diabaikan oleh sebagian besar pengendara mobil saat berada di jalan tol. Saat sedang menyetir kendaraan mau itu di jalan raya biasa apalagi di jalan tol, sebaiknya jangan sambil bermain handphone  apalagi mendengarkan lagu dengan volume yang keras. Selain itu, hindari bercanda secara berlebihan, merokok, dan aktifitas lain yang dapat mengganggu konsentrasi saat menyetir.

  1. Hindari memotong jalur secara mendadak dan Hindari berkendara secara agresif atau ugal-ugalan.

Jika kita ingin berpindah jalur sebaiknya jangan memotong jalur dari pengendara lain apalagi tidak memberikan isyarat seperti lampu sein dan klakson terlebih dahulu. Karena hal itu sangat mudah menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Jika ingin berpindah jalur sebaiknya perhatikan markah jalan dan tentunya keadaan sekitar. Namun untuk memotong jalur pengendara lain sebaiknya dihindarkan, kecuali memang keadaan di sekitar sudah aman dan sudah mematuhi markah jalan yang ada di sekitar kita.  Tidak kalah penting lain, jangan berkendara secara ugal-ugalan karena dapat merugikan keselamatan diri sendiri dan orang lain.