Nampaknya saat ini masih banyak pemilik motor yang kurang peduli bahkan belum mengetahui pentingnya tekanan angin pada sebuah ban. Ketika ban kempes, pemotor hanya mengetahui ban butuh tambahan angin. Namun, pemotor tidak memahami secara baik berapa tekanan angin normal yang harus digunakan untuk ban bagian belakang maupun depan. Tidak hanya itu, tekanan angin ketika berboncengan pun berbeda dengan tekanan angin ketika tidak berboncengan. Berikut penjelasannya.

Menjaga tekanan angin agar tetap pada standar normalnya merupakan salah satu langkah sederhana membuat ban menjadi lebih berumur panjang. Tahukah berapa tekanan angin standar yang digunakan pada setiap ban? Untuk motor matic, tekanan angin ban bagian depan standarnya yakni 28-30 psi dan 33-34 psi untuk ban bagian belakang. Lain halnya jika kita berboncengan, tekanan angin ban bagian depan tetap sama, namun bagian belakang berubah menjadi 35-36 psi. Lalu bagaimana dengan motor sport? Tekanan angin pada ban depan motor sport yakni 30 psi sedangkan ban belakang yakni 34 psi. Sebenarnya jika kita teliti, kita dengan mudah mengetahui informasi tingkat tekanan angin standar pada ban yang kita gunakan, yakni dari dinding ban itu sendiri. Pada dinding ban terdapat informasi anjuran tekanan angin yang digunakan.  Lalu apa yang terjadi jika tekanan angin yang digunakan berlebihan atau kurang dari anjurannya?

Apabila tekanan angin terlalu berlebih atau melewati batas tekanan normal yang dianjurkan oleh pabrik, maka ban akan rawan pecah. Tidak hanya itu, bagian tengah pada ban juga akan cepat aus, karena ban tidak seluruhnya menapak ke jalan. Sedangkan jika tekanan angin rendah atau kurang dari batas normalnya maka akan berpengaruh terhadap handling dan ban juga akan mudah rusak. Ban tidak menapak secara merata ke permukaan jalan, akibatnya  akan mengalami gaya gesek yang lebih besar dan membuat ban mudah panas. Ketika tekanan angin kurang atau rendah, velg juga akan mudah rusak ketika ban membentur benda keras ataupun jalan berlubang. Hal itu disebabkan karena ban tidak maksimal ketika menahan benturan. Dengan demikian, jika kita tidak peduli dengan ban kendaraan kita bukan tidak mungkin hal-hal negatif seperti kecelakaan pun tidak dapat terhindarkan. Rutinlah mengecek tekanan angin satu minggu sekali agar berkendarapun jadi lebih aman dan nyaman. Ban kendaraan pun akan lebih tahan lama dan tidak mudah aus.