Kembali diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memang banyak menuai pro kontra dari sejumlah pihak. Namun, keputusan itu tentu saja didasari oleh niat baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mengusahakan memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Ibukota Jakarta. Tidak hanya di Ibukota Jakarta saja, sejumlah daerah di Jawa Barat juga memberlakukan sistem jam malam seperti salah satunya di Kota Bekasi. Gedung pertokoan, mall, minimarket, supermarket, panti pijat dan lain-lain hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 6 sore saja.

Selama wabah virus Corona merebak di Indonesia, banyak peraturan yang membatasi para pengusaha untuk membuka usahanya. Lihat saja sekarang, banyak perusahaan gulung tikar karena keuntungan menurun sehingga menyisahkan kepedihan untuk para karyawan karena terpaksa harus menerima Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak. Lalu apa yang terjadi?

Saat tidak lagi melakukan pekerjaan sebagai karyawan perkantoran, banyak kendaraan yang terpaksa terparkir lama karena sudah jarang digunakan oleh pemiliknya. Memang tidak semua dari masyarakat yang terkena PHK mengabaikan kondisi kendaraannya terparkir lama di halaman rumah ataupun di tempat parkir sewaan. Ada juga dari mereka yang tetap merawat kendaraan pribadinya karena beralih profesi sebagai supir taksi online. Tapi kita pasti sudah paham, apa yang terjadi apabila membiarkan kendaraan terlalu lama tanpa ada kegiatan memanaskan mesin dan membawa kendaraan berjalan keliling sekitar rumah. Jika memang belum tahu, silahkan cek artikel Maxxis Indonesia sebelumnya.

Berbicara kembali mengenai dampak dari terlalu lamanya mobil terparkir, apakah kalian sudah memahami perihal mobil yang terparkir lama apakah sebaiknya menggunakan rem tangan atau diganjal batu? Berikut penjelasannya.

Bila mobil terparkir lama dan pemilik kendaraan menggunakan rem tangan sebagai penahannya maka itu akan membawa dampak negatif untuk rem mobil tersebut. Sistem pengereman akan berpotensi rusak jika terlalu lama digunakan untuk menahan mobil yang terparkir karena rem akan menekan brake drum dan lama kelamaan akan menjadi lengket. Informasi tersebut dilansir dari Kompas.com (27/9/2020).

“Mobil yang sudah diparkir lama umumnya sudah terjadi adhesi, jadi kampas rem gampang melekat pada brake drum. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya potensi lengket,” ujar Bambang Supriadi Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa kampas rem yang lengket tadi akan membutuhkan proses yang cukup lama dan sulit untuk dilepaskan kembali. Untuk itu, jika ingin menggunakan rem tangan saat parkir sebaiknya pemilik kendaraan rutin memanaskan mesin dan menjalankan kendaraannya paling tidak sekitar 10-15 menit. Tidak hanya itu, pemilik mobil bertransmisi metik juga wajib menempatkan tuas pada posisi P saat mobil terparkir.

Untuk diketahui, jika tidak ingin menggunakan rem tangan untuk menahan mobil yang sedang terparkir lama maka parkirlah mobil di jalanan yang rata dan ganjal ban mobil tersebut dengan balok atau batu yang kokoh agar mobil tidak bergerak maju ataupun mundur.