Salah satu kegiatan merawat mesin yang harus dilakukan secara berkala adalah mengganti oli atau pelumas. Melakukan perawatan mesin seperti itu berlaku untuk pemilik kendaraan bermotor seperti sepeda motor, mobil penumpang maupun mobil bermuatan besar. Mengapa oli begitu penting untuk diganti secara rutin? Hal itu dikarenakan oli memiliki fungsi vital yakni sebagai pelumas yang merawat mesin dan beberapa komponen lain agar bekerja secara optimal sehingga performa yang dihasilkan oleh mesin pun lebih maksimal.

Lalu bagaimana jika ingin mengganti oli dengan merk yang berbeda dari sebelumnya? Adakah dampak yang akan timbul? Seperti yang banyak dialami, ketika akan mengganti oli di bengkel resmi maupun di bengkel langganan terkadang ketersediaannya tidak selalu ada. Untuk itu, konsumen diberikan pilihan apakah ingin menggunakan oli merk lain atau justru memilih membeli oli di bengkel lain? Tapi ada saja konsumen yang rela menunggu berhari-hari hingga oli yang diinginkan tersedia di bengkel kesayangannya tersebut.

Sebenarnya dampak yang umum terjadi saat mengganti oli dengan merk yang berbeda yakni mesin akan berubah menjadi panas. Hal itu bisa disebabkan dari bercampurnya kandungan oli baru dengan sisa oli lama yang tertinggal di bagian ruang mesin. Tidak hanya itu, oli baru jika bercampur dengan sisa oli lama yang berbeda merk juga dapat menimbulkan kerak. Itu dikarenakan setiap oli memiliki kandungan aditif yang berbeda-beda.

“Masing masing merek punya punya zat aditif yang berbeda beda, bisa membuat sludge (lumpur) kalau dicampur campur,” tandas Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor ( ADM) Bambang Supriyadi kepada Kompas.com (6/6/2020).

“Saat penggantian masih ada sisa oli, itu yang menjadikan munculnya sludge,” tutupnya.

Selanjutnya, adakah cara untuk menghindari terjadi dampak seperti di atas? Bisa saja kita terhindar dari hal-hal yang disebutkan di atas asalkan, saat hendak mengganti oli dengan merk yang berbeda maka pastikan oli lama telah terkuras habis dan bersih sehingga tidak terjadi campuran senyawa  yang dapat menyebabkan endapan. Jika terjadi endapan maka mesin akan terkena dampaknya.