Memiliki motor yang bersih dan mengkilap setiap hari adalah impian setiap orang. Namun sepertinya hal tersebut sulit diwujudkan, terlebih apabila memiliki segudang kegiatan yang mengharuskan berpergian menggunakan sepeda motor. Saat ini banyak orang yang mengandalkan sepeda motor sebagai moda transportasi harian dan pribadi. Berpergian dengan menggunakan sepeda motor dinilai banyak orang lebih praktis dan ekonomis. Terlebih, murahnya uang down payment (uang muka)  yang ditawarkan showroom motor menjadi salah satu faktor masyarakat untuk membeli sepeda motor. Namun saat ini, kesadaran pengendara dalam merawat kuda besi mereka masih minim. Kebiasaan kecil namun berdampak buruk tidak disadari oleh pengendara. Berikut kebiasaan pengendara yang dapat merusak ban motor.

Mencuci ban menggunakan sabun

Mencuci ban motor menggunakan sabun bertujuan agar barang yang kita cuci terlihat lebih bersih dan harum. Namun tidak semua yang dicuci bersih dengan sabun itu berdampak baik. Ban motor jika dicuci dengan sabun justru tidak disarankan. Karena dapat berdampak buruk bagi ban tersebut. Diambil dari beberapa sumber, ban yang sering dicuci dengan sabun akan menjadi mudah keras dan usia ban akan pendek atau mudah mengalami keausan. Dampak negatif lain yang timbul apabila ban berubah menjadi keras ialah ban akan mudah retak, mudah meledak, ban akan botak secara tidak merata dan tentunya akan mengurangi kenyamanan saat berkendara.

Menyemir ban motor

Segera hindari menyemir ban. Menyemir ban agar terlihat lebih mengkilap juga tidak disarankan. Melakukan semir ban juga dapat membuat ban menjadi lebih keras. Daya cengkramnya akan berkurang. Akselerasi serta fleksibelitas saat berkendara jadi tidak maksimal. Menyemir ban biasanya dilakukan setelah mencuci motor di tempat pencucian motor.  Penyedia cuci motor selalu melakukan semir ban pada motor konsumennya.

Menggunakan Cairan Ban Antibocor

Ketika mengganti ban tubeless biasanya konsumen ditawari cairan antibocor oleh pelayan toko. Walaupun tidak semua petugas toko menawari cairan tersebut, namun ada saja konsumen yang tergiur menggunakan cairan antibocor tersebut. Cairan antibocor dipercaya mampu membuat ban tahan dari kebocoran karena berfungsi menutup bagian yang bocor ketika terkena paku atau benda tajam lainnya. Penggunaan cairan antibocor sendiri yakni dengan menyemprotkan cairan tersebut melalui pentil ban. Dibalik itu, sebenarnya ada dampak negatif yang ditimbulkan. Beberapa diantaranya yakni dapat merusak velg karena cairan tersebut mengandung unsur korosi, selain itu juga dapat menggangu keseimbangan dan kestabilan perputaran ban.