Agar performa mesin tetap prima, maka setiap pemilik kendaraan wajib melakukan perawatan rutin berkala seperti mengganti oli. Oli pada kendaraan berfungsi untuk merawat mesin agar bekerja dengan optimal. Untuk itu, jangan pernah mengabaikan pergantian oli secara berkalah jika tidak ingin performa mesin menurun. Sebenarnya tidak hanya performa mesin saja yang menurun, beberapa komponen lain pun akan terkena imbasnya jika malas mengganti oli. Lantas, apa yang dimaksud dengan oli berubah menjadi setres?

Oli yang berubah menjadi setres bukan berarti oli menjadi sakit, tetapi maksudnya adalah fungsi oli jadi tidak sempurna atau oli tidak bekerja sebagaimana fungsinya. Apa yang menyebabkan oli seperti itu? Ada beberapa faktor yang dapat membuat oli jadi setres.  Berikut penjelasan sederhananya.

Oli yang setres dapat disebabkan karena seringnya motor terjebak dalam kemacetan.  Disaat terjebak macet, yang terjadi adalah kendaraan banyak berhenti dan berjalan sedikit demi sedikit atau disebut mode stop and go. Sangat penting diperhatikan, saat mode stop and go, mesin pada motor masih bekerja sebagaimana fungsinya. Namun tahukah kalian? Ketika mesin bekerja di kondisi jalan yang macet justru  membuat sirkulasi udara di dalamnya tidak bekerja secara optimal, sehingga membuat suhu mesin meningkat dan dapat menambah resiko keausan.

Penyebab lain dari setresnya oli bukan hanya itu, tetapi juga bisa karena motor sudah terlalu lama tidak digunakan. Motor yang sudah lama tidak digunakan maka oli yang ada di dalamnya akan mengalami penurunan pada unsur aditif dan juga tingkat viskositas. Tidak hanya itu, zat asam pada oli pun naik, sehingga membuat oli kehilangan fungsinya dan berdampak pada kinerja mesin yang tidak akan optimal saat kendaraan dihidupkan.

Apabila memang pemilik kendaraan tidak lagi menggunakan motor tersebut, alangkah sangat disarankannya untuk tetap rutin memanaskan mesin motor paling tidak 2-3 kali seminggu dan tentunya tetap mengganti oli secara berkala serta melakukan service ke bengkel resmi ataupun bengkel terpercaya lainnya.  Motor yang tidak digunakan bukan berarti pemilik kendaraan mengabaikan motor tersebut dan membiarkannya tidak terawat. Karena biasanya, jika ada salah satu komponen pada motor yang rusak karena motor tidak lagi digunakan maka bukan tidak mungkin kerusakan akan merambat ke bagian komponen lain.