Young pregnant woman holds her hands on her swollen belly. Love concept. Love and maternity concept.

Kekhawatiran saat mengendarai sepeda motor maupun menjadi penumpang saat keadaan hamil masih menyelimuti benak kaum wanita. Tidak hanya itu, hampir sebagian besar para suami pun merasakan kekhawatiran yang serupa. Terlebih, apabila kehamilan tersebut merupakan kehamilan pertama. Menantikan kehadiran sang buah hati sangatlah ditunggu-tunggu pasangan yang telah menikah. Namun tidak bisa dipungkiri, zaman sekarang banyak wanita tangguh yang enggan menjadikan kehamilan sebagai alasan tidak beraktifitas. Sedikit banyak wanita zaman sekarang berpergian kesana kemari menggunakan sepeda motor. Tetapi kesadaran akan keselamatan berkendara terkadang kurang diterapkan. Berikut tips aman berkendara motor saat hamil yang diambil dari berbagai sumber:

  1. Menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Menggunakan helm untuk melindungi kepala sangatlah disarankan untuk para pemotor. Begitu vitalnya bagian kepala manusia membuat pihak kepolisian Republik Indonesia hingga memberlakukan peraturan wajib menggunakan helm saat berkendara motor.
  2. Menggunakan jaket agar terhindar dari panas dan angin.
  3. Mengatur posisi duduk senyaman mungkin agar bagian perut tidak terasa ditekan.
  4. Tidak duduk dengan posisi menyamping jika berposisi sebagai penumpang.
  5. Hindari berkendara motor dalam waktu yang lama.
  6. Hindari berkendara motor saat hujan. Jarak pandang yang rendah dan jalanan yang licin menjadi salah satu pemicu kecelakaan berlalu lintas.
  7. Tidak memaksakan diri untuk berkendara motor di saat kondisi fisik sedang tidak fit atau sakit
  8. Menghindari jalan berlubang atau jalan rusak demi mengurangi guncangan.
  9. Menjaga kecepatan laju sepeda motor demi keamanan dan kenyamanan diri dan kandungan, tentu saja demi orang sekitar.
  10. Memikirkan jarak tempuh yang akan dilalui agar stamina tubuh dapat dipersiapkan dengan baik.
  11. Menggunakan pakaian yang simple tidak merepotkan diri sendiri saat berkendara motor
  12. Hindari menyalakan motor dengan cara kick starter
  13. Memastikan motor dalam kondisi prima guna menghindari motor mogok di jalan.

Namun, bila sudah memasuki trimester ketiga kehamilan, disarankan seorang wanita untuk tidak mengendarai sepeda motor maupun diboncengi. Hal ini dikarenakan semakin membesarnya perut maka akan mengurangi keseimbangan diri. Tidak hanya itu saja, kinerja gerak refleks dan persendian tidak akan seoptimal saat tidak hamil. Sangat disarankan jika sudah memasuki masa trimester ketiga kehamilan, seorang wanita hamil lebih baik menggunakan  transportasi yang lebih nyaman seperti mobil pribadi, taksi atau bus. Hal itu disarankan karena wanita yang tengah hamil biasanya mudah lelah dan butuh banyak istirahat. Jika fisik seorang wanita hamil diforsir, maka dapat mengganggu kesehatan dari sang ibu dan calon bayi.